Sabtu, 17 Januari 2015

Menomor satukan Allah (2)

 Dear Allah lovers.

Beberapa sahabat inbox, menanyakan tentang berbagai masalah dalam hidup yang tak kunjung selesai, kebanyakan masih menanyakan bagaimana agar segera terlepas dari hutang ? Dan aku jawab silahkan dibuka-buka lagi di blogku, semua tips sudah aku tulis. Katanya semua tulisanku sudah dibaca ... ehm .... Mungkin maksudnya, kenapa sudah membaca semua tulisanku kok hasilnya belum maksimal ? Apa lagi yang musti dilakukan ?

Memang tak cukup hanya membaca, tapi juga memahami dan melakukan.  Melakukannya juga barengan, antara lahir dan batinnya sama-sama melakukan. Bila  masih suka naik turun perasaannya, ya dicoba terus, sampai perasaannya bisa stabil, seandainya menurunpun tidak sampai parah hingga putus asa.

Yang perlu perlu banget dicamkan di dalam hati kita masing-masing adalah porsi keinginan kita yang utama dan satu-satunya adalah meraih kedekatan dengan Allah.  Inginkanlah Allah melebihi keinginan terhadap ciptaanNya. Inginkanlah Allah melebihi keinginan terhadap selesainya masalah-masalah itu.  Aku sering bilang syukurilah masalah-masalah itu karena dengan itulah Allah membuat kita dekat denganNya.

Evaluasi diri setiap shalat, apakah kita masih menginginkan ciptaanNya melebihi keinginan terhadapNya ? Bila sepanjang shalat pikiran kita masih pada persoalan-persoalan yang kita hadapi, atau rencana-rencana atau apa sajalah selain pada Allah, ini tandanya kita belum menempatkan Allah sebagai keinginan kita yang utama.

Bila kita masih saja galau dengan berbagai permasalahan hidup, ini berarti keinginan kita terhadap ciptaanNya masih jauh lebih dominan dibandingkan keinginan kita terhadapNya.

Yang aku maksud ciptaanNya itu adalah segala sesuatu selain Allah, silahkan diisi sesuka hati sesuai yang diinginkan, bisa hutang , bisa keinginan untuk punya anak atau pasangan atau rumah, atau ingin naik pangkat / jabatan, dll dll.

Bila keinginan untuk segera terlepas dari hutang misalnya, lebih dominan dibandingkan keinginan untuk lebih dekat dengan Allah, maka tidak perlu heran  bila malah terjebak dalam hutang yang semakin dalam.

Disinilah letak seninya.  Allah itu Maha Satu dan Maha Nomer Satu.  Allah jangan diletakkan nomor dua atau nomor sekian.  Inilah perjuangan kita sepanjang hidup, menempatkan Allah sebagai yang ternomor satu.

Persoalan hidup itu bukan untuk diselesaikan , melainkan dijadikan jalan untuk mendekatiNya dan meraih ridhaNya.

Sering seringlah bertanya pada diri sendiri :
Apakah Allah masih nomor satu di hatiku ?

Lebih jelas lagi, simak disini :
Menomor satukan Allah


2 komentar:

  1. Esa
    Dari : Emha Ainun Nadjib

    almuhammadi selalu membantah
    tauhid bukanlah mengesakan allah
    sebab sungguh di luar pengaruh manusia
    allah esa karena dirinya semata

    tauhid bukan pula mengakui keesaan-nya
    sebab ia mahasuci dan maha memelihara diri
    dari sebab pengakuan
    maupun segala pengingkaran

    tauhid ialah menomorsatukan
    allah utama dalam bernapas dan bekerja
    allah utama dalam tidur dan jaga
    lainnya nomor dua

    bagaimana mungkin tauhid ialah mensatu-kannya
    kalau allah mustahil lebih dari tunggal adanya
    tauhid ialah menggerakkan diri
    kepada yang allah kehendaki

    muwahhid tak bersedih oleh dunia
    tak takut dan tak menjual diri ke alam maya
    tauhid ialah menyesuaikan gerak dan tujuan
    kepada qudrah dan iradah tuhan

    1986

    BalasHapus