Rabu, 23 Juli 2014

Tadarus sepanjang hayat

Ramadhan sudah di penghujung akhir, adakah oleh-oleh ramadhan yang bisa kalian hadiahkan untuk diri sendiri ?

Bila ada, apakah bentuk oleh-olehnya ? Boleh dijawab dalam hati atau diucapkan keras-keras, dijamin aku gak dengar .... hehehe.

Apakah ada yang menjawab dengan hal-hal seperti ini :
- sudah khatam al quran
- nutug puasa
- nutug shalat tarawih
- nutug i'tikaf di 10 hari terakhir
- bisa bersedekah lebih banyak dari tahun kemarin

Bila seperti itu jawabannya, maka itu belum dikatakan 'oleh-oleh' ramadhan.  Hal-hal yang aku sebutkan itu adalah sebuah sistem.  Sistem untuk mendekatkan diri pada Allah, untuk mencapai takwa, untuk mencapai tauhid.

 Sahabatku sayang,

Di penghujung ramadhan ini resahku  karena aku tidak mengkhatamkan al quran, juga tidak bisa mengegolkan proyekku mengulang hafalan dan memperbaiki bacaan quran.  Tidak nutug shalat tarawih, shalat tarawihnya juga di rumah saja, tidak pernah ke masjid satu kalipun.  Tidak pula beri'tikaf di masjid.

Sepanjang ramadhan, suara tadarus al quran dari beberapa masjid terdengar begitu berisik, yang malah membuatku tidak nyaman membaca al quran, ujung-ujungnya malah tidak membaca al quran sama sekali. Pernah terbangun jam 12 malam dan berpikir pasti sudah pada tidur semua, tapi ternyata masih ada tuh yang membaca al quran pakai pengeras suara di tengah malam seperti itu.

Dan aku berperang melawan diri sendiri untuk tidak complain dengan mereka, aku berusaha memahami. Tapi masih saja muncul pertanyaan seperti ini : "Apakah begitu adab membaca al quran ? dibaca keras-keras sampai mengganggu orang ? ".  Wah, sejauh aku masih punya pertanyaan seperti itu, berarti aku masih menyimpan kejengkelan dalam hati dan itu tidak sehat untuk hatiku.  Maka akupun menikmati keberisikan itu sambil bikin kue-kue lebaran.

Kutatap kue-kue kering yang bertumpuk  siap dibagi , bagai menatap ulang  perasaanku saat mengerjakan itu semua.  "Allah, betapa aku telah menyia-nyiakan ramadhan, dan aku tidak memperoleh apa-apa sebulan ini ", kataku pada Allah.  "Biarlah, mungkin kebahagiaan orang lain menerima pemberianku  bisa menjadi kebahagiaanku juga".

Saat itu Allah menyapa hatiku dengan begitu lembut penuh kasih dan aku tahu apa yang diucapkan olehNya.  Yak ! Aku telah menemukan ramadhanku !  Rasanya ingin berteriak hore sambil berlompatan ala Marsha and the bear.

Oleh-oleh ramadhanku adalah, aku sudah 'klik' dengan Allah, aku sudah 'deal' dengan Allah.  Dealku dengan Allah adalah kemurnian hatiku berharap kepadaNya saja, telah terlepas semua ikatan hati dan pengharapan terhadap makhluk, dan aku merasa bebas merdeka.  Aku sudah berada di kondisi yang dilukiskan al quran :  'tidak ada kesedihan dan rasa khawatir'.  Aku merasa lebih 'manunggaling kawula-gusti' , lebih memahami Allah dan Allah memahamiku, bertemu di satu titik yang indah.

Bagaimana aku mendapatkan 'oleh-oleh' ramadhan seperti itu, pasti ada prosesnya.  Yang bila dijelaskan secara sederhana, aku memaknai segala peristiwa yang terjadi dalam hidupku adalah bentuk tuntunan Allah, juga pembelajaran dan latihan, yang musti ditempuh dengan memakai buku panduannya yaitu al quran.

Kebiasaanku memaknai hidup dengan al quran, itulah tadarusku sepanjang hayat.  Bukan soal khatam secara bacaan , melainkan melaksanakan tuntunanNya sepanjang hidup ini.

Pada titik keberhasilan manusia adalah saat dimana Allah telah mencerabut dari hati kita rasa sedih dan khawatir.

QS. Al-Baqarah [2] : ayat 38
[2:38] Kami berfirman: "Turunlah kamu semuanya dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati".


QS. Yuunus (Yunus) [10] : ayat 62
[10:62] Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
 
Sahabatku sayang,
Aku tahu diantara kalian masih ada yang merasa sedih dan khawatir, karena banyak yang curhat lewat inbox .  Jawabannya ada di surat al baqarah ayat 38 yang aku sebut di atas, ikuti petunjuk Allah di al quran, lakukan tadarus sepanjang usia.