Kamis, 20 November 2014

BIsnis yang Hidup dan Menghidupi

Dear Allah lovers,

Teman-temanku banyak yang kepingin tahu bagaimana caranya jualan biar bisa laris seperti Innuri browniesku. Dan aku menjawab, semua bisa dibuka di blog masakku, aku menulis berbagai tips bisnis, mulai dari bagaimana membuat produk yang diterima pasar, strategi marketing, bagaimana menangani kendala, sampai sistem bisnisnya sebagian sudah aku tulis dengan bahasa yang sederhana di blog.  Termasuk aspek spiritualitasnya yang bagiku merupakan bagian terpentingnya, karena hidup ini bukanlah untuk kesuksesan bisnis, melainkan untuk mengabdi pada Allah.

Kupikir yang terpenting dari sebuah perniagaan bukanlah larisnya, melainkan bagaimana perniagaan itu bisa HIDUP dan MENGHIDUPI. Untuk ini marilah aku ajak kalian membaca alam semesta.

Lihatlah bagaimana seorang bayi lahir, tumbuh dan berkembang, bahkan sejak bayi itu hadir di rahim seorang ibu ? Ada apakah di balik itu? Apakah karena adanya seorang ibu yang membuat bayi itu tumbuh hingga dewasa ?

Jawabannya bukan, karena seorang ibu bisa saja menelantarkan anaknya, meninggalkannya pergi atau memberikannya pada orang lain. 

Seorang bayi bisa tetap hidup, tumbuh dan berkembang hingga dewasa adalah karena adanya KASIH SAYANG yang diberikan Allah di hati seorang ibu dan orang-orang yang mengitarinya.  Allah sendiri telah menetapkan bagi dirinya kasih sayang, hingga segala yang diciptakanNya terwujud karena kasih sayang.

Amatilah alam semesta, hewan dan tumbuhannya, amati dengan jeli apakah yang membuat mereka tetap hidup dan menghidupi sekelilingnya ?   Jawabannya adalah karena KASIH SAYANG. 

Seorang petani rela berpanas-panas merawat tanamannya, karena kasih sayangnya pada keluarga, tanamanpun tumbuh subur karena kasih sayang mereka pada manusia, dan merekapun hidup dalam harmoni.

Kembali ke urusan bisnis/perniagaan, sebuah bisnis yang berhasil bukan diukur dari larisnya, dari besarnya, atau dari banyak cabangny.  Tapi sebuah bisnis yang berhasil adalah bisnis yang HIDUP dan MENGHIDUPI.

Yang aku maksud bisnis yang hidup adalah bisnis yang  bertumbuh dari kecil menjadi besar, atau tetap dalam kecilnya tapi manfaatnya yang membesar.  Sedangkan bisnis yang menghidupi itu adalah bisnis yang memenuhi kebutuhan kita sebagai manusia (mencukupi secara materi), sebagai perbekalan mengabdi kepada Allah.

Bisnis yang laris belum tentu bisnis yang hidup dan menghidupi, bisnis yang besarpun belum tentu juga bisnis yang hidup dan menghidupi. Ada bisnis yang terlihat besar, tetapi ternyata hutangnya melebihi asetnya.  Ada bisnis yang laris dan ramai, tetapi ternyata keuntungannya tidak bisa mengcover kebutuhannya, orang jawa bilang 'rame ajang' .

Dari ceritaku yang ngalor ngidul barusan, terjawab sudah, bagaimana caranya membangun bisnis yang hidup dan menghidupi.  Dan buat yang merasa bisnisnya sedang terpuruk, coba hidupkan lagi dengan prinsip bismillah , atas nama Allah dan dengan berlandaskan kasih sayang.

Simak juga tulisan-tulisanku sebelumnya, yang membahas aspek spiritualitas bisnis.

Salam manis .

Bagi yang belum punya bukuku , masih bisa dipesan loooh "Menciptakan Keajaiban Finansial" Innuri .