Kamis, 30 Oktober 2014

Sistem Paling Sempurna

 Dear Allah lovers !
Beberapa waktu lalu aku kedatangan tamu, seorang teman lama.

"Sholat dan mengaji itu tidak menjamin hidup kita selamat setelah mati", katanya, beliau penganut kepercayaan kejawen. Ucapannya bikin 'mendidih'  niiih, kok kayak menghina ajaran Islam ya,. tapi untungnya aku nyantai saja. 

Temanku ini mendalami ilmu kejawen dan sejujurnya aku sering sekali merasa pusing bila dia sudah 'berkhutbah' soal keyakinannya, walau aku sudah berterus terang soal perasaan tidak nyamanku,  dia tetep tidak mau ngomong yang lain .... seperti sengaja menyebarkan keyakinannya gitu. Tapi apa yang dia katakan benar, bahwa shalat dan mengaji itu tidak menjamin seseorang selamat sesudah mati.

Al quran saja bilang, celakalah orang yang lalai dari shalatnya.  Maksudnya orang yang lalai dari shalat itu adalah orang yang shalat tapi shalatnya tidak membekas ke dalam jiwanya.  Mungkin karena shalatnya sekedar menggugurkan kewajiban, atau shalat sekedar fisik dan doa yang berhenti di lidah, tidak merasuki jiwanya.  Atau shalat yang hanya untuk mendapatkan pujian makhluk atau sekedar untuk menggugurkan kewajiban.

Aku sendiri tidak berani menyalahkan keyakinan seseorang, bahkan aliran kejawen seperti temanku ini.  Boleh jadi di pulau jawa jaman dulu Allah menurunkan Nabi hingga ada ajaran leluhur yang aku mengenalnya sebagai aliran kejawen, mungkin banget ini ajaran Allah, hanya karena masa berlakunya yang panjang, maka melewati proses perubahan yang berupa penambahan ataupun pengurangan dan penghilangan.  Hanya al quran yang memuat ajaran Allah yang dijamin kemurniannya.

Temanku yang kejawen itu bercerita bahwa yang membuat manusia selamat di akhirat adalah kesucian.
 Walau apa yang diuraikannya secara panjang lebar (yang membuat kepalaku begitu berat), mirip kuliah filsafat jawa ( iiih, memangnya aku pernah kuliah filsafat jawa? ....) ,  aku cuma bilang :" Shalat , puasa, mengaji dan sebagainya itu merupakan sebuah sistem untuk mencapai ketakwaan, orang yang bertakwalah nanti yang selamat".  Dan dia tetap ngotot bahwa orang yang sucilah yang selamat. 

Karena temanku ini tidak mau menghargai pendapat orang lain (padahal yang aku sampaikan kan pendapat Allah di al quran), aku cuma bisa bilang dalam hati bahwa orang yang bertakwa itu pasti suci, dan definisi takwa itu jelas sekali di al quran ( buka surat ali imran 133 -135 ).  Sedangkan orang yang suci itu belum tentu bertakwa, karena kesucian itu menyangkut diri sendiri, sedangkan ketakwaan itu menyangkut kesalehan pribadi dan kesalehan sosial.

Tapi aku tetap menghargai keyakinannya, bila merujuk pada ayat ini :
QS. Al-Baqarah [2] : ayat 62 [2:62] Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

maka, orang non muslim bisa saja selamat di akhirat, sedangkan orang muslim (dalam arti islam yang sebenarnya) pasti masuk syurga.  Kalau Islamnya cuma KTP , aku gak bahas dulu yaaa.

Aku memang tidak suka menjuluki orang selain Islam sebagai sesat atau kafir, karena menurutku Allah yang lebih berhak menilai , dan aku amat menghargai keyakinan mereka.  Tapi di dalam hatiku cuma yakin bahwa sistem yang paling sempurna yang bisa menyampaikan kita pada keselamatan hanyalah Islam dengan panduan yang tertulis di dalam al quran.  Buka al maidah ayat 3 ya.

Bila diibaratkan dari Ngantang menuju kota Malang, kita bisa lewat Pujon Batu lalu Malang, atau memilih muter-muter ke Wlingi, Kepanjen lalu Malang.  Semua akhirnya bisa nyampai ke Malang.  Tapi ada juga jalur yang membuat kita tersesat di hutan, berputar putar dan tidak kunjung sampai ke Malang, yang membuat kita stress dan merana.

Aku tidak mau mengambil resiko itu, makanya aku pilih Islam yang membawa petunjuk al quran yang terjaga kemurniannya. Al quran juga tidak membuat aku sakit kepala, malah membetulkan yang korstlet di kepalaku, sejuk dan damai gitu loh.

Aku juga mengamati , temanku ini penampilannya lusuh, wajahnya kusam, tidak bercahaya dan seperti membawa beban yang berat.  Maaf, aku bukan sedang menghina, tapi aku hanya ingin menunjukkan kelebihan Islam dengan sistemnya.  Islam mengajarkan wudhu dan kebersihan.  Siapapun yang rajin shalat, terlihat wajahnya bercahaya , minimal terlihat cerah dan bahagia walau kulitnya gelap. 

Jadi, walau aku tidak pernah mengkafirkan ajaran lain, dan percaya bahwa mereka bisa selamat dengan ijin Allah , tapi aku tetap pada Islamku , pada sistem yang dibawa Nabi Muhammad, yang menyempurnakan ajaran sebelumnya, sistem yang sempurna.

Aku cinta Allah dan aku cinta Islam, kalian juga kan ?